Sirkulasi Atmosferik :
1.Skala gerakan
2.Eddies
3.Angin-angin lokal
4.Sirkulasi Thermal
Angin laut dan angin darat
5.Angin yg berubah secara musiman
6.Angin gunung dan angin lembah
Angin Katabatik
Angin Chinook (Foehn)
Angin Santa Ana
7.Angin Gurun (Desert winds)
8.Angin Global
9.Model tiga Sel
Angin permukaan rata-rata dan tekanan
Gerakan skala mikro yg sangat kecil.. membentuk bagian gerakan skala meso yg lebih besar...yg pd gilirannya merupakan bagian dari skala sinoptik ..yg jauh lebih besar. Perhatikan bhw ketika skala menjadi lebih besar, gerakan-gerakan yg diamati pd skala yg lebih kecil menjadi tdk tampak lagi.
Hirarki gerakan dari gust yg sangat kecil hingga badai yg sangat besar.
Skala Mikro – skala gerakan yg paling kecil – eddies yg sangat kecil di dalam asap Ukuran khasnya 2 m
Skala Meso – (skala menengah) – sirkulasi udara kota – rentang ukuran dari beberapa km hingga sekitar 100 km. (Angin Lokal, thunderstorms, tornadoes) Ukuran khasnya 20 km
Skala Synoptik – ciri khas skala peta cuaca yg menunjukkan bentuk-bentuk semacam daerah tekanan tinggi/rendah, fronts dsb. Ukuran ciri khasnya 2000 km
Skala Bumi (Planetary scale) – skala gerakan terbesar – kadang-kadang dinamakan skala global (Panjang gelombang di atmosfer) Ukuran khasnya 5000 km
Eddies :
Ketika angin bertemu obyek padat, terjadi pusaran udara atau bentuk eddy pd sisi downwind suatu obyek.
Ukuran dan bentuk eddy sering bergantung pd ukuran dan bentuk halangan dan kecepatan angin.
Angin bertiup melewati penghalang, dlm udara stabil, angin yg lemah menghasilkan eddies yg kecil dan sedikit percampuran arah vertikal.
Angin yg lebih kuat dlm udara yg labil menimbulkan eddies yg mengakibatkan percampuran vertikal yg tebal shg menghasilkan angin permukaan gusty yg kuat.
Ketika angin bertiup di atas puncak gunung, arah aliran udara terganggu dan eddies yg melingkar terbentuk pd sisi leeward dari gunung (downwind). Pola awan yg dangkal menunjukkan bhw beberapa eddies berputar searah jarum jam sementara yg lain berputar berlawanan dg putaran jarum jam. Eddies semacam itu biasa dinamakan von Karman vortices.
Angin Lembah
bertiup menaiki bukit selama siang hari;
Angin gunung bertiup menuruni bukit pd malam hari. (L dan H menyatakan tekanan, sedangkan garis warna ungu menyatakan permukaan tekanan konstan.) Angin gunung juga dinamakan angin gravitas atau yg mengalir pd malam hari.
Angin Katabatik :
Setiap angin yg menuruni lereng
Biasanya disiapkan utk angin yg menuruni lereng yg jauh lebih kuat daripada angin gunung.
Angin Katabatik (atau jatuh) dapat bergerak cepat menuruni lereng pd kecepatan hurricane, tetapi kebanyakan tdk sebegitu kuat dan pd umumnya berkisar 10 kts atau kurang.
Bora – angin timur laut-an yg cepat (gusty) dan dingin dg kecepatan kadang-kadang melampaui 100 kts. (Adriatik bagian Utara)
Mistral – dingin (angin yg kurang kuat) yg menuruni pegunungan bagian barat dan menuju Lembah Rhone, Perancis.
Angin Chinook (Foehn) :
Angin panas yg kering yg menuruni lereng bagian timur Rocky Mountains.
Daerah yg terpengaruh meluas dari NE New Mexico hingga Canada. (angin serupa terjadi sepanjang lereng leeward dari gunung Alps)
Pemakan salju (Snow Eater)
Terjadi ketika angin baratan yg kuat di bagian atas mengalir di atas deretan pegunungan yg membujur arah Utara-Selatan menghasilkan tekanan rendah pd sisi bagian timur dari pegunungan. Trough tekanan rendah ini memaksa udara menuruni lereng. Karena udara turun akan dimampatkan dan memanas. (Compressional heating)
Angin Santa Ana :
Angin kering yg panas yg mengalir dari timur atau atau timur laut hingga California bagian Selatan
Udara turun dari daratan tinggi yg tandus, dia mengalir melalui jurang pegunungan di Pegunungan San Gabriel dan San Bernardino, akhirnya meluas di atas Los Angeles Basin and San Fernando Valley
Dia mengangkat debu dan pasir, mengeringkan tanaman, menyebabkan kebakaran semak yg serius, terutama di musim Fall. (1961 Bel Air Fire membakar selama 3 hari, merusak 484 rumah dan menyebabkan kerusakan senilai $25 juta.
Angin gurun :
Sandstorms
Haboob
Dust devils (whirlwinds)
Country Breezes :
Satu dari angin skala meso, yg berkaitan dg wilayah perkotaan yg luas.
Pola sirkulasi ditandai dg angin lemah yg bertiup dari pedesaan sekitarnya menuju ke kota.
Terjadi pd saat malam hari yg relatif cerah dan kalem.
Dlm kondisi tsb, krn kota terdiri dari bangunan beton, cenderung utk mempertahankan panas yg terakumulasi selama siang hari, lebih banyak dari pada wilayah di luar kota yg sedikit bangunan. Shg udara di kota yg panas, dan kurang rapat, naik, mengakibatkan aliran udara dari pedesaan ke kota.
Satu dari konsekuensi yg tdk menguntungkan adalah polutan yg diemisikan dekat pinggir perkotaan cenderung mengalir masuk dan terkonsentrasi di pusat kota.
Haboob (bhs Arab “hebbe” = bertiup) mendekati Phoenix, Arizona. Haboob biasa terjadi di Sudan,Afrika, 24 kali dlm tiap tahun. Awan debu naik hingga ketinggian sekitar 450 m (1475 ft) di atas dasar lembah. Haboob terbentuk ketika udara dingin turun dg cepat (downdraft) di sepanjang sisi depan thunderstorm mengangkat debu atau pasir menjadi awan gelap yg besar yg bisa menutup hingga seratus kilometer.
Dust devil :
Pembentukan dust devil.
Pd hari yg panas dan kering, atmosfer dekat permukaan tanah menjadi labil. Ketika udara yg dipanasi naik, angin yg bertiup melewati hambatan memutar udara yg naik tsb membentuk kolom yg berputar, atau dust devil. Udara dari sekitarnya bergerak dg cepat masuk ke dlm kolom yg naik, pasir, debu, daun-daun atau setiap bahan yg tdk terikat permukaan tanah, terangkat.
Dust devil terbentuk pd hari di musim summer yg panas dan cerah tepat di selatan Phoenix, Arizona.
Dust devils adalah bukan tornadoes.
Angin Global – Model Sel Tunggal“Hadley Cell” :
Sirkulasi Umum dari udara pd bumi yg tdk berputar yg secara keseluruhan tertutup air dan dg matahari berada di atas ekuator. (Gerakan udara sangat diperbesar dlm arah vertikal.)
Kenyataan tidak terjadi di bumi (Coriolis menghasilkan angin zonal pd seluruh lintang)
Model Tiga Sel :
Angin ideal dan distribusi tekanan permukaan di atas bumi yg berputar yg secara keseluruhan tertutup air.
Daerah tropis masih menerima kelebihan panas dan kutub kekurangan.
Doldrums – perairan dekat ekuator, udara hangat, gradien tekanan horizontal lemah, angin lemah.
Lintang Kuda?
Trade winds – bertiup dari timur laut di BBU dan dari tenggara di BBS.
Intertropical Convergence Zone – daerah konvergensi permukaan antara trade winds.
Subtropical Highs – semipermanent high di sabuk tekanan tinggi dekat subtropis yg berpusat di dekat lintang 30°. Bermuda high, Pacific Ridge.
Westerlies – aliran baratan yg paling sering.
Polar Front – Front setengah berkesinambungan dan setengah permanen yg memisahkan massa udara tropis dan massa udara kutub.
Subpolar low – Sabuk tekanan rendah antara lintang 50° dan 70°. Di BBU sabuk ini terdiri dari Aleutian low dan Icelandic low.
Polar easterlies – bagian dari angin timuran yg tidak tebal dan sangat penting yg terletak di lintang tinggi arah ke kutub dari subpolar low.
Angin Baratan dan Jet Stream
Angin yg relatif kuat terpusat diantara sabuk sempit di atmosfer.
Hampir terus menerus
Pusat Jet melampaui 100 kts
Terdapat di tropopause pd elevasi antara 33,000 dan 46,000 ft, tetapi bisa terjadi pd ketinggian yg lebih tinggi maupun yg lebih rendah.
Jet stream adalah arus udara yg mengalir dengan cepat yg bergerak bergelombang dlm arah dari barat ke timur. Di BBU, dia terbentuk sepanjang batas dimana udara yg lebih dingin terletak di utara dan udara yg lebih panas di selatan. Di BBS, dia terbentuk dimana udara yg lebih dingin terletak di selatan dan udara yg lebih panas di utara.
Subtropical jet stream – jet stream yg ciri khasnya terdapat di antara lintang 20° dan 30° dan pd ketinggian antara 12 dan 14 km.
Polar front jet stream (Polar jet) – jet stream yg berkaiatan dg polar front di lintang sedang dan lintang tinggi. Biasanya terletak antara 9 dan 12 km.
Low level jets – angin tercepat kurang dari 60 kts yg terbentuk di atas Central Plains selama musim summer- menyumbang aktivitas thunderstorm.
Tropical easterly jet – saat musim summer – di atas tropis.
Stratospheric polar jet – terbentuk di kutub pd musim winter dekat puncak stratosfer.
Pola Angin Global dan Lautan :
Angin bertiup di atas lautan menyebabkan air permukaan bergerak terus.
Sirkulasi umum atmosferik mempengaruhi arus laut.
Arus laut bergerak mengikuti angin yg berkuasa.
Gulf stream, California current, dsb.
Upwelling :
Ketika angin bertiup sejajar pantai barat Amerika Utara, air permukaan dipindahkan ke kanan (keluar menuju laut). Air dingin dari bawah bergerak ke atas (upwells) menggantikan air permukaan.
Dlm kondisi normal, tekanan yg lebih tinggi di atas Pasifik tenggara dan tekanan yg lebih rendah dekat Indonesia menghasilkan angin pasat timuran sepanjang ekuator. Angin tersebut meningkatkan upwelling dan air laut yg lebih dingin di Pasifik bagian timur, sedangkan air yg lebih panas berkuasa di Pasifik bagian barat. Ketika angin pasat sangat kuat, air sepanjang ekuator di Pasifik bagian timur menjadi sangat dingin. Kejadian dingin ini dinamakan La Niña.
Selama kondisi El Niño, tekanan atmosferik turun di atas Pasifik bagian timur dan naik di atas Pasifik bagian barat. Perubahan tekanan ini menyebabkan angin pasat melemah atau berbalik arah. Situasi ini meningkatkan arus balik yg membawa air panas dari barat ke wilayah Pasifik tropis bagian timur yg luas. Thermocline yg memisahkan air panas lautan bagian atas dari air dingin di bawah, berubah ketika kondisi laut berubah dari non-El Niño ke El Niño.




Masih 0 komentar :
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar, saran, atau kritik anda... ^_^