Pages

Kualitas Udara

...Go Green !!! Stop Global Warming !!!

Pencemaran udara : adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya)

Pengendalian pencemaran udara adalah upaya pencegahan dan/atau penanggulangan pencemaran udara serta pemulihan mutu udara

Sumber pencemaran : Sumber pencemar adalah setiap usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan bahan pencemar ke udara yang menyebabkan udara tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dapat merupakan kegiatan yang bersifat alami (natural) dan kegiatan antropogenik.

Contoh sumber alami adalah akibat letusan gunung berapi, kebakaran hutan, dekomposisi biotik, debu, spora tumbuhan, dan lain sebagainya. Pencemaran udara akibat aktivitas manusia (kegiatan antropogenik), secara kuantitatif sering lebih besar. Untuk kategori ini sumber- sumber pencemaran dibagi dalam pencemaran akibat transportasi, industri, dari persampahan, baik akibat proses dekomposisi ataupun pembakaran, dan rumah tangga

Pencemar pimer (yang diemisikan langsung oleh sumber) : pencemar yg langsung mempengaruhi lingkungan.
Contoh : Gas Karbon monoksida yg berampur dengan hemoglobin akan mengakibatkan oksigen yg dialirkan dalam darah terganggu.

Pencemar sekunder (yang terbentuk karena reaksi di udara antara berbagai zat) : Tidak langsung berdampat pada lingkungan tapi melaui reaksi-reaksi dengan unsur lain.

Deposisi kering : perpindahan senyawa kimia atau partikel yg bersifat asam ke permukaan secara langsung tanpa melalui medium cair.

Sumber bergerak adalah sumber emisi yang bergerak atau tidak tetap pada suatu tempat yang berasal dari kendaraan bermotor;

Sumber bergerak spesifik adalah sumber emisi yang bergerak atau tidak tetap pada suatu tempat yang berasal dari kereta api, pesawat terbang, kapal laut dan kendaraan berat lainnya;

Sumber tidak bergerak adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat;

Sumber tidak bergerak spesifik adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat yang berasal dari kebakaran hutan dan pembakaran sampah

Gas permanen : Gas yg konsentrasinya tinggi dan waktu tinggalnya di atmosfer relatif lama (N2,O2,H2,Ar,Kr,He,dll)

Faktor yang mempengaruhi pencemaran udara ;
Kelembaban
Kelembaban udara relatif yang rendah (< 60%) di daerah tercemar SO2, akan mengurangi efek korosif dari bahan kmia tersebut. Pada kelembaban relatif lebih atau sama dengan 80% di daerah tercemar SO2, akan terjadi peningkatan efek korosif SO2 tersebut. Suhu
Suhu yang menurun pada permukaan bumi, dapat menyebabkan peningkatan kelembaban udara relatif, sehingga akan meningkatkan efek korosif bahan pencemar di daerah yang udaranya tercemar. Pada suhu yang meningkat, akan meningkat pula kecepatan reaksi suatu bahan kimia.
Sinar matahari
Sinar matahari dapat mempengaruhi bahan oksidan terutama O3 di atmosfer. Keadaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan bahan atau alat bangunan, atau bahan yang terbuat dari karet. Jadi dapat dikatakan bahwa sinar matahari dapat meningkatkan rangsangan untuk merusak bahan.
Pergerakan udara (Kecepatan dan Arah Angin)
Pergerakan udara yang cepat dapat mempercepat pencemaran udara atau membantu menguraikan pencemaran udara dan meningkatkan abrasi bahan bangunan.
Topografi
Daerah Lembah polutan akan mengunpul disana di banding dataran.

Blog :
Konsentrasi SPM = ∆W/V
∆W = W1-W2
V = x 0.0283 x T
W = berat filter
Q = Flowrate
T = Waktu (menit)
Proses terjadinya hujan asam :
Hujan asam terjadi dari deposisi asam (perpindahan senyawa asam ke permukaan). Hal ini akibat pencemaran oksida-oksida yg berasal dari proses pembakaran bahan bakar fosil, pembangkit tenaga listrik dan gas buang kendaraan bermotor yg dipancarkan keudara dibantu angin. Gas-gas tsb bereaksi dengan uap air, oksigen atau partikel lalu dengan sinar matahari akan mempercepat terbentuknya asam sulfat dan asam nitra. Jika asam-asam tersebut terbawa oleh hujan, salju, atau es yg jatuh kepermukaan bumi maka menjadi hujan yg bersifat asam(hujan asam.

Hujan asam :
Dampak pada ekosistem air
:
1.Deposisi asam akan meningkatkan kadar logam dlm ekosisitem air.
2.Ikan dan beberapa jenis zooplankton punah.
3.Siklus makanan pd ekosistem air akan terganggu oleh asidifikasi.
4.Asidifikasi dapat mengganggu proses dekomposisi di air.
Dampak pada ekosisitem darat :
1.Kerusakan pada tanaman akibat hujan asam terjadi dengan di temukan bintik-bintik kuning pada daun yg merupakan efek “Ideaching” asam pada krolofil.
2.Menimbulkan mutasi gen, dan abnormalitas pada tubuh makhluk hidup.
3.Perkaratan gedungb, jembatan, Patung, dll.
4.Zat berubah warna menjadi kusam, kehitaman.

Arrigatto gozaimasu....

Horrey ada 2 komentar :

Unknown mengatakan...

Good....

Maulana Syarif Al-Kafie Satrya mengatakan...

:$ thx bang,.....hehehehe

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar, saran, atau kritik anda... ^_^

Free Website Hosting
Berikan testimonial anda untuk
http://mars-99.blogspot.com
[Close]
 
SELAMAT DATANG !! Saya sambut kedatangan kalian dengan hormat dan dengan Senyum Lebar tak terkira. :D